Minggu, 06 Februari 2011

Free TV Streaming

Jika Anda Ingin menikmati nonton TV gratis, namun saluran Chanelnya lokal....



    TV Streaming Indonesia

    Rabu, 02 Februari 2011

    Western Digital My Passport Essential Review

    Ada dua pilihan kapasitas yang disediakan WD untuk model ini yakni 750GB dan 1TB.

    Kebutuhan atas media penyimpanan terus meningkat. Menurut data terakhir lembaga riset independen Gartner, meskipun terjadi efisiensi di teknologi penyimpanan, jumlah data yang disimpan oleh perusahaan akan bertambah banyak hingga 40 persen per tahun.

    Tren serupa terjadi pula di segmen pengguna personal atau individual di rumah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Western Digital menyediakan media penyimpanan portabel yang berkapasitas lega seperti My Passport Essential SE.

    Spesifikasi dan Fitur
    Ada dua pilihan kapasitas yang disediakan Western Digital untuk model ini, yakni 750GB dan 1TB. Sebagai gambaran, dengan kapasitas 1TB, pengguna dapat menyimpan hingga 200 ribu foto, video berdurasi 76 jam, atau juga file musik hingga 250 ribu judul.

    Kedua model harddisk eksternal USB tersebut dapat digunakan pada sistem berplatform sistem operasi Windows atau Macintosh. Untuk komunikasi data, teknologi USB 3.0 sudah disediakan. Berikut ini spesifikasi teknis harddisk tersebut:
        WDBACX0010BBK
    Transfer Rate        USB 3.0    5 Gb/s (max)
        USB 2.0    480 Mb/s (max)
    Kapasitas     1TB (1.024GB)
    Dimensi
        1,8 x 11 x 8,3 cm
    Bobot     0,2 kg
    Temperatur Operasional     5 – 40 derajat Celsius
    Dukungan OS     Windows 2000, XP, Vista, 7
        Mac OS 10.4.8 ke atas
    Pada paket penjualan, Western Digital menyertakan pula aplikasi WD SmartWare yang bisa dimanfaatkan untuk memudahkan pengguna yang ingin melakukan backup datanya dari komputer ke harddisk eksternal ini.

    Uji Kinerja
    Di samping kapasitasnya yang cukup lega, interkoneksi USB 3.0 yang sudah didukung oleh harddisk ini yang membuatnya menarik untuk dicoba. Pada pengujian, kami coba melakukan pengukuran kecepatan transfer data dari dan ke harddisk tersebut menggunakan komputer yang sudah mendukung USB 3.0.

    Kami juga melakukan perbandingan jika metode transfernya dibuat hanya mendukung USB 2.0. Hasilnya bisa dilihat pada gambar berikut. Gambar sebelah kiri adalah kecepatan transfer data jika menggunakan modus USB 3.0, adapun gambar di sebelah kanan adalah hasil uji coba kecepatan transfer data menggunakan modus USB 2.0.

    USB 3.0 dibanding USB 2.0

    Dari sisi software, aplikasi WD SmartWare yang disediakan cukup bermanfaat. Sebagai contoh, jika sebuah file tidak sengaja terhapus, kita dapat mencari dan mengambilnya kembali di penyimpanan cadangan. Fasilitas search yang tersedia memudahkan pengguna untuk menemukan data yang disimpan.

    Saat ini, di pasaran Western Digital My Passport Essential SE berkapasitas 1TB tersedia di kisaran harga Rp1,2 juta. Untuk media simpan dengan kapasitas tersebut, harganya memang relatif mahal. Sebagai gambaran, harddisk internal berkapasitas sama berada di kisaran Rp700 ribu hingga Rp800 ribuan.

    Namun, jika melihat kinerja dan fitur yang ditawarkan, harganya masih cukup sepadan.

    Kelebihan:
    -    Kapasitas besar, mendukung konektivitas USB 3.0.
    -    Tersedia software untuk memudahkan manajemen data.

    Kekurangan:
    -    Harga cukup tinggi.

    Kamis, 23 Desember 2010

    TUGAS KULIAH


    KATA PENGANTAR

    Segala puji hanya milik Allah SWT . Sholawat dan salam kepada Rasulullah. Berkat limpahan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini.
    Dewasa ini sudah banyak berkembang bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi yang pemakaiannya sudah sangat mudah, hanya klik dan drag saja. Namun meskipun demikian tetap saja programmer harus menuliskan kode kode program agar objek objek yang sudah mereka buat dapat bertingkah laku/bekerja sesuai dengan yang diinginkan. Secara dapat dikatakan bahwa sebuah program pasti terdapat alur logika yang menyebabkan program tersebut dapat bekerja dengan benar.
    Makalah ini dibuat agar mahasiswa program studi Teknik Informatika Universitas Indraprasta PGRI pada khususnya mampu mempelajari bahasa pemrograman.
    Pada makalah ini diberikan contoh-contoh kasus untuk mempermudah memahami konsep. Karena sebuah contoh dapat memberikan sebuah inspirasi pemecahan masalah yang mirip. Tetapi patut diingat bahwa sebuah masalah diadalam pemrograman, bila diberikan kepada pemrogram yang berbeda, boleh jadi mempunyai aneka ragam solusi ( dalam hal ini algoritma ), mulai algoritma yang kusut karena banyak sekali percabangannya, sampai pada lagoritma yang kurang efisien karena banyak sekali pengulangan instruksi yang sama dalam menganalisa kasus. Dengan mempelajari dari makalah ini diharapkan nantinya kita dapat memecahkan masalah secara metodologis, yaitu sesuai dengan model (skema) yang benar. Ketaatan menggunakan skema niscaya akan menghasilkan algoritma yang efisien dan mudah dipahami sehingga menghasilkan program yang baik pula.
    Sebagai akhir kata semoga makalah ini dapat diterima oleh para mahasiswa dalam mempelajari computer, khususnya yang mempelajari mengenai bahasa pemrograman pascal serta dapat menambah wawasan bagi para mahasiswa dalam pembuatan program secara terstruktur.
    Jakarta, Desember 2010


    Penulis

    PENDAHULUAN

    Pascal merupakan suatu bahasa komputer tingkat tinggi yang dibuat sekitar tahun 1970 oleh Niklaus Wirth dan digunakan untuk pendidikan komputer. Nama Pascal diambil dari seorang ahli matematika yang bernama Blaise Pascal yang menemukan mesin hitung pertama. Bahasa Pascal dirancang untuk menyelesaikan masalah dari berbagai kalangan pemakai, mulai dari para mahasiswa, pendidik, dan ilmuwan. Salah satu kompiler pascal yang terkenal dan tercepat adalah Turbo PASCAL yang dibuat oleh perusahaan Borland.
    Pascal adalah suatu bahasa pemrograman terstruktur. Hal tersebut berarti semua program yang anda buat harus terstruktur dan teratur, dalam hal ini ada pemakaian goto dan jump.
    Perulangan dalam pascal berguna untuk mengerjakan suatu statement atau blok statement secara berulang-ulang sebanyak yang anda inginkan. Perulangan banyak sekali dipakai dalam pembuatan program dengan pascal.
    Pascal menyediakan tiga buah struktur kontrol perulangan yaitu :
    1. While .. do
    2. For .. do
    3. Repeat .. Until

    Didalam makalah ini kita akan lebih mendalami struktur kontrol perulangan dari Repeat .. until.


    TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 

    Setelah mempelajari makalah ini mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan looping dengan membangun algoritma dan mengimplementasikan menggunakan struktur perulangan REPEAT .. UNTIL.

    TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 

    Setelah memahami makalah ini diharapkan dapat menjelaskan struktur perulangan REPEAT .. UNTIL. Menyebutkan minimal 2 perbedaan antara penggunaan looping REPEAT .. UNTIL dengan statement looping lainnya.

    PEMBAHASAN 

    Repeat-Until ( Pengulangan dengan Kondisi )
    Repeat berarti ulangi dan until berarti sampai. Jadi, repeat-until adalah struktur pengulangan dimana aksi dilakukan hingga kondisi ( persyaratan ) berhenti terpenuhi
    Perulangan ini bekerja sampai kondisi yang diinginkan tercapai. Perulangan ini bisa digunakan sebagai perulangan yang menggunakan banyak kondisi keluar (multi condition loop).
    Perulangan ini berulang sampai kondisi yang ada setelah until mempunyai nilai true. Jadi repeat until berjalan selama kondisi salah sampai kondisi benar. Pengecekan kondisi berada di bagian bawah yaitu setelah until sehingga semua program yang memakai perulangan ini akan melakukan minimal 1 kali proses perulangan.


    URAIAN MATERI

    Statemen struktur REPEAT … UNTIL digunakan untuk mengulang (REPEAT) statemen-atau blok statemen sampai (UNTIL) kondisi yang diseleksi di UNTIL tidak dipenuhi.

    Bentuk Umum :
    REPEAT [Blok statemen] UNTIL kondisi
    Atau :
    Repeat
    statement1;
    statement2;
    statement3;
    ……………;
    Statement n;
    until<kondisibenar>;
    Bentuk Proses (flow chart) :


    Keterangan :


    Statment adalah yang diproses berulang.

    Kondisi adalah supaya proses berulang dihentikan.
    Perulangan repeat..until biasanya dipakai jika sekurang-kurangnya baris perintah didalamnya dikerjakan sebanyak satu kali.Pemriksaan kondisi pada perulangan repeat until dilakukan pada akhir blok.



    Tampak bahwa pengulangan justru dilakukan selama kondisi bernilai salah (False). Jadi merupakan kebalikan dari WHILE. Perbedaan yang lain terhadap WHILE, pemeriksaan terhadap kondisi pada REPEAT dilakukan belakangan, setelah bagian pernyataan yang terletak antara REPEAT dan UNTIL dieksekusi. Hal ini yang menyebabkan perulangan ini biasanya dipakai jika sekurang-kurangnya baris perintah di dalam blok statement dikerjakan sebanyak satu kali.
    Contoh : (dari persoalan di atas)
    digit := 1;
    REPEAT
    write (digit);
    digit := digit + 1
    UNTIL digit > 5 ;


    Contoh 1:
    Var
    I : integer;
    Begin
    I := 0;
    Repeat
    I := I + 1;
    Writeln(I);
    Until I = 5;
    End.
    Hasilnya:
    1
    2
    3
    4
    5

    Pemakaian Repeat .. Until
    · Perulangan REPEAT .... UNTIL diawali dengan kata baku REPEAT dan diakhiri dengan kata baku until serta pengecekan kondisi.
    · Perulangan REPEAT dengan banyak statement tidak perlu menggunakan kata baku Begin dan End pada akhir blok karena secara default perulangan REPEAT ... UNTIL adalah untuk banyak statement yang diawali dengan Repeat dan diakhiri dengan until.
    Pada dasarnya REPEAT dapat digunakan untuk semua masalah yang dapat ditangani oleh FOR ataupun WHILE.
    Sebagai contoh:


    Dapat disajikan dengan menggunakan REPEAT seperti berikut:


    Contoh 2 :


    Perbedaan antara struktur REPEAT-UNTIL dengan WHILE-DO adalah sebagai berikut :


    1. Paling sedikit statement-statement di dalam perulangan REPEAT-UNTIL diproses sekali, karena seleksi kondisi ada pada statement Until yang terletak dibawah. Sedang pada struktur WHILE-DO paling sedikit dikerjakan nol kali, karena seleksi kondisi ada apada statement While yang terletak diatas, sehingga kalau kondisi sudah tidak terpenuhi, maka tidak akan masuk ke dalam lingkungan perulangan.


    2. Pada REPEAT-UNTIL dapat tidak dipergunakan blok statement (tidak diperlukan Begin dan End untuk menunjukkan batas perulangannya), karena batas perulangannya sudah ditunjukkan oleh Repeat sampai dengan Until (Repeat dan Until sebagai pengganti Begin dan End).



    REPEAT-UNTIL tersarang
    REPEAT-UNTIL tersarang adalah suatu perulangan REPEAT-UNTIL yang satu berada didalam perulangan REPEAT-UNTIL yang lainnya.
    Contoh :
    Var
    a,b,c : real;
    Begin
    Writeln('========================================');
    Writeln(' sisi A sisi B Sisi C ');
    Writeln(' =======================================');
    a:= 1;
    Repeat { perulangan luar }
    b := 0;
    Repeat { perulangan dalam }
    c:=SQRT(a*a+b*b);
    Writeln(a:6:2, b:9:2, c:9:2);
    b:=b+5;
    Until b>25; { berhenti jika b lebih besar dari 5 untuk perulangan dalam }
    a:=a+1;
    Until a>3; { berhenti jika a lebih besar dari 3 untuk perulangan luar }
    Writeln(' =======================================');
    End.
    Dari penggalan program di atas, dapat dilihat bahwa REPEAT...UNTIL tidak memerlukan BEGIN dan END untuk menjalankan suatu blok statement.


    TIPS: Gunakan variabel i, j, k, dan seterusnya untuk menandai indeks perulangan atau
    looping


    DAFTAR PUSTAKA


    • http://buyungwisnuadjie.files.wordpress.com/2008/07/mengenal-turbo-pascal-5.doc (diakses pada : 18 Desember 2010, 14.25 WIB)
    • http://www.ilkom.uns.ac.id/web/downloads/file/modulkuliah/kuliah/pascal_ebook/Bab%207%20Bahasa%20Pemrograman%20Pascal.pdf (diakses pada : 18 Desember 2010, 20.25 WIB)
    • http://www.geocities.com/caturujian/PASCAL.doc (diakses pada : 18 Desembert 2010, 19.25 WIB)
    • http://farisky-doank.blog.friendster.com/2008/01/prosedur-dan-fungsi-di-turbo-pascal/ (diakses pada : 19 Desember 2010, 14.25 WIB)

    ARRAY part II

    ARRAY

    Array didefinisikan sebagai suatu kumpulan dimana elemen-elemennya berjenis data sama. (homogen)
    Suatu array dapat dibedakan atas 2 (dua) bagian, yaitu :
    a.     Array berdimensi satu.
    Array berdimensi satu dapat dikatakan sebagai suatu daftar yang linier atau sebuah kolom.
    Bentuk deklarasi dari array jenis ini dalam bahasa Pascal adalah :
    VAR nama_array : ARRAY [index] OF jenis_elemen;

    Contoh :
                  VAR x : ARRAY [1..10] OF integer;

                 
    b.    Array Multi Dimensi
    Contoh untuk array jenis ini adalah array dimensi dua.
    Array dimensi dua ini dapat dianggap sebagai sebuah matriks yang jumlah kolomnya lebih dari satu.
    Bentuk deklarasi :
    VAR nama_array : ARRAY  [indeks_baris,indeks_kolom] OF jenis;
    Contoh :
    VAR   A  :  ARRAY [1..3,1..4] OF integer;
    Array A di atas terdiri atas 12 elemen, yaitu :
         A[1,1]                   A[1,2]                   A[1,3]                   A[1,4]
         A[2,1]                   A[2,2]                   A[2,3]                   A[2,4]
         A[3,1]                   A[3,2]                   A[3,3]                   A[3,4]

    Masing-masing A[i,j] adalah diatas adalah integer
    (i = 1,2,3 ; j = 1,2,3,4)

    Selanjutnya untuk array berdimensi tiga, empat dst, cara pendeklarasiannya hanya berbeda pada indeksnya saja.


    MEMPROSES  ARRAY 

    Misal diberikan deklarasi suatu array sebagai berikut :
             
    VAR X : ARRAY [1..10] OF integer;

    Untuk keperluan membaca variabel X  (input) kita tidak bisa melakukan seperti sebuah data bernilai tunggal, yaitu READ (X).
    Sebab jika kita membaca/input suatu variabel berjenis array berarti kita membaca elemen-elemen array tersebut.
    Untuk itu diperlukan suatu bentuk perulangan seperti berikut :

              FOR I := 1 TO 10   DO  READ ( X[1] );

    Demikian pula halnya untuk keperluan memproses elemen-elemennya, harus ditunjukkan elemen yang akan diproses.

    Contoh :

    Misal terdapat 10 bilangan integer positif yang berbeda disimpan di dalam suatu array B.
    Tentukan integer yang terbesar diantara 10 integer tersebut dengan suatu program Pascal.

    Penyelesaiannya :

              PROGRAM MAKS ;
              VAR   B : ARRAY [1..10] OF integer;
                       I,J,MAX : integer;

              Begin
                 FOR I := 1 TO 10  DO  READ(B[I});
                 MAX := B[1];
                 FOR J := 2 TO 10  DO
                                 IF MAX <= B[J]  THEN  MAX  := B[I};
                                 WRITE (MAX);
              End.




    Contoh 2 :
    Dari soal contoh 1 di atas, buat program yang menghitung rata-rata dari 10 bilangan tersebut.
    Penyelesaiannya :
    PROGRAM RATA_RATA;
    TYPE  INDEKS = 1..10;
    VAR   A :  ARRAY [INDEKS] OF INTEGER;
              I  :  INTEGER;
              TOTAL  :  INTEGER;
              RATA2  :  REAL;
    BEGIN
        Total := 0;
         FOR   I  :=  1  TO  10  DO
              BEGIN
                READ (A[I]);
                TOTAL := TOTAL + A[I];
              END;
         RATA2 := TOTAL / 10;
         WRITE (RATA2);
    END.





    Rabu, 22 Desember 2010

    ARRAY DALAM PASCAL

    Array adalah tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Komponen-komponen tersebut disebut sebagai komponen type, larik mempunyai jumlah komponen yang jumlahnya tetap. Banyaknya komponen dalam larik ditunjukkan oleh suatu index, dimana tiap komponen di array dapat diakses dengan menunjukkan nilai indexnya atau subskript. Array dapat bertipe data sederhana seperti byte, word, integer, real, bolean, char, string dan tipe data scalar atau subrange. Tipe larik mengartikan isi dari larik atau komponen- komponenya mempunyai nilai dengan tipe data tersebut.
    Contoh:
    Var
    Untai : array[1..50] of Integer;
    Pada contoh Array dengan nama untai telah dideklarasikan dengan tipe integer, dengan jumlah elemen maksimum 50 elemen, nilai dari elemen array tersebut diatas harus bertipe integer.

    Contoh Program :
    Program Contoh_Array_Input;
    Uses Crt;
    Var
    Bilangan : array[1..50] of Integer;
    Begin
    ClrScr;
    Bilangan[1]:=3;
    Bilangan[2]:=29;
    Bilangan[3]:=30;
    Bilangan[4]:=31;
    Bilangan[5]:=23;
    Writeln('nilai varibel bilangan ke 3 =',Bilangan[3]);
    Readln;
    End.

    Array juga dapat dideklarasikan bersama dengan tipe yang beragam seperti contoh dibawah ini :
    Program Contoh_Deklarasi_Array_Beragam;
    Uses Crt;
    Var
    NPM : array[1..20] of string[10];
    Nama : array[1..20] of string[25];
    Nilai : array[1..20] of real;
    Umur : array[1..20] of byte;
    banyak,i : integer;
    Begin
    ClrScr;
    Write('Isi berapa data array yang diperlukan :');Readln(banyak);
    For i := 1 to banyak Do
    Begin
    Write('NPM =');Readln(NPM[i]);
    Write('Nama =');readln(Nama[i]);
    Write('Nilai=');readln(Nilai[i]);
    Write('Umur =');readln(Umur[i]);
    End;
    {cetak varibel array}
    Writeln('NPM NAMA NILAI UMUR ');
    For i:= 1 to banyak Do
    Begin
    Writeln(Npm[i]:10,Nama[i]:25,Nilai[i]:3:2,' ',Umur[i]:3);
    End;
    Readln;
    End.

    Untuk deklarasi array dapat digunakan beberapa cara seperti berikut ini :
    Type
    Angka = String[20];
    Var
    Nama : Array [1..50] of Angka;
    Begin
    .
    .
    End.

    Deklarasi tipe indeks subrange integer Indeks pada array dapat tipe skalar atau subrange, tetapi tidak bisa real.
    Contoh:
    Var
    Nilai : Array[1..10] of Integer;
    pada contoh ini array nilai mempunyai 10 buah elemen yaitu dari 1 sampai 10. Array tersebut dapat dideklarasikan dengan type seperti berikut ini :

    Type
    Skala = 1..10;
    Var
    Nilai : Array [skala] of Integer;
    atau :
    Type
    Skala = 1..10;
    Y = Array[skala] of Integer;
    Var
    Nilai : Y;
    atau :
    Type
    Y = Array[1..10] of Integer;
    Var
    Nilai : Y;
    atau :
    Const
    Atas =1;
    Bawah = 5;
    type
    Y = Array[Atas..Bawah] of Integer;
    Var
    Nilai : Y;

    I. Deklarasi Type Indeks Skalar
    Indeks dari larik dapat berupa tipe skalar.
    Contoh. :
    Program Deklarasi_Indeks_Array_Skalar;
    Uses Crt;
    Var
    Jum : Array[(jan,feb,mar,apr,mei)] of Integer;
    Begin
    Jum[jan]:=25;
    Jum[feb]:=45;
    Jum[mar]:=21;
    Jum[apr]:=23;
    Jum[mei]:=50;
    Writeln('Jumlah nilai bulan maret =',Jum[mar]);
    Readln;
    End.
    dapat juga ditulis :
    type
    Bln = (jan,feb,mar,apr,mei);
    Var
    Jum : Array[bln] of Integer;
    atau :
    type
    Bln =(jan,feb,mar,apr,mei);
    Var
    Jum : Array[jan..mei] of Integer;

    II. Deklarasi Konstanta Array
    Array tidak hanya dapat berupa suatu varibel yang dideklarasikan di bagian deklarasi variabel, tetapi dapat juga berupa konstanta (const).
    Contoh Program :
    Program Contoh_Deklarasi_Array_Konstan;
    Uses Crt;
    Const
    Tetap : Array[1..4] of Integer=(7,10,21,20);
    Var
    i : Integer;
    Begin
    For i:= 1 to 4 Do
    Writeln('Nilai Konstan array ke ',i:2,' =',Tetap[i]);
    Readln;
    End.
    konstanta array dapat juga berupa ketetapan dalam bentuk karakter seperti berikut.
    Contoh Program :
    Program Contoh_Konstan_Array_Char_;
    Uses Crt;
    Const
    Huruf : Array[0..5] of Char=('A','B','C','D','E','F');
    Var
    i : Integer;
    Begin
    For i:= 0 to 5 Do
    Writeln('Nilai konstan array ke',i:2,' = ',Huruf[i]);
    Readln;
    End.
    Konstanta array dapat juga berupa string seperti berikut ini.
    Contoh Program :
    Program Constanta_Array_String;
    Uses Crt;
    Type
    A = Array [1..5] of String;
    Const
    Nama : A = ('basic','pascal','cobol','paradox','dbase');
    Var
    i : Integer;
    Begin
    For i:= 1 to 5 Do
    Writeln('Nilai Array ke-',i:2,'= ',Nama[i]);
    readln;
    end.

    Dalam pascal string merupakan array dari elemen- elemen karakter seperti berikut :
    Contoh Program :
    Program String_Adalah_Array_Tipe_Char;
    Uses Crt;
    Var
    Nama : string;
    i : Integer;
    Begin
    Nama:='Turbo Pascal';
    For i:= 1 to Length(nama) Do
    Writeln('Elemen ',i,' dari ',Nama,'= ',Nama[i]);
    Readln;
    End.

    contoh program bilangan prima dengan menggunakan bantuan array.
    Contoh program :
    Program Mencari_Bilangan_Prima_Dengan_Array;
    Uses Crt;
    Var
    Prima : Array[1..100] of Integer;
    i,j : Integer;
    bil : Integer;
    Begin
    ClrScr;
    For i := 2 to 100 Do
    Begin
    Prima[i]:=i;
    For j:= 2 to i-1 Do
    Begin
    bil := (i mod j); {* i dibagi j dicek apakah 0*}
    If bil = 0 then Prima[i]:=0; {*jika habis dibagi,berarti bkn prima*}
    End;
    If Prima[i]<> 0 Then Write(Prima[i],' '); {*cetak array yg prima*}
    End;
    Readln;
    End.

    Contoh pengurutan data dengan metode buble sort, yaitu dengan cara penukaran, dapat dilihat pada contoh dibawah ini :
    Contoh Program :
    Program Penggunaan_Array_Untuk_Sortir_Buble_Sort;
    Uses Crt;
    Var
    nil1 : Array[1..100] of Integer;
    n,i,j,dum : Integer;
    Begin
    ClrScr;
    Write('mau isi berapa data acak (integer) ='); readln(n);
    For i := 1 to n Do
    Begin
    Write('Data Ke ',i,':');Readln(nil1[i]);
    End;
    {* penyapuan proses}
    for i:= 1 to n-1 do
    begin
    for j:= i to n do
    begin
    if nil1[j]
    begin
    dum:=nil1[j];
    nil1[j]:=nil1[i];
    nil1[i]:=dum;
    end;
    end;
    end;
    writeln;
    writeln('Hasil Sortir');
    for i := 1 to n do
    write(nil1[i]:3);
    readln;
    end.


    III. Array Dua Dimensi
    Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi dapat mewakili suatu bentuk tabel atau matrik, yaitu indeks pertama menunjukkan baris dan indeks ke dua menunjukkan kolom dari tabel atau matrik.
    1 2
    1 2 3
    Untuk mengetahui cara mendeklarasikan dari penggunaan aray dua dimensi dapat dilihat pada listing program dibawah ini .

    Contoh Program:
    Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi;
    Uses Crt;
    Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;
    i,j : Integer;
    Begin
    ClrScr;
    Tabel[1,1]:=1;
    Tabel[1,2]:=2;
    Tabel[2,1]:=3;
    Tabel[2,2]:=4;
    Tabel[3,1]:=5;
    Tabel[3,2]:=6;
    For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]);
    End;
    End;
    Readln;
    End.


    IV. Alternatif Deklarasi Array Dua Dimensi.
    Ada beberapa cara dalam mendeklarasikan array dua dimensi, beberapa cara tersebut dapat dilihat dibawah ini :
    Contoh :
    Var
    Tabel : Array[1..3] of Array[1..2] of Byte;
    atau :
    Type
    Matrik = Array[1..3,1..2] of Byte;
    Var
    Tabel : Matrik;
    atau :
    Type
    Baris = 1..3;
    Kolom = 1..2;
    Matrik = Array[Baris,Kolom] of Byte;
    Var
    Tabel : Matrik;
    atau :
    Type
    Baris = 1..3;
    Kolom=1..2;
    Matrik= Array[Baris] of Array[Kolom] of Byte;
    Var
    Tabel : Matrik;
    Dibawah ini akan diberikan listing program penggunaan array dua dimensi dalam aplikasi penjumlahan matrik :
    Contoh Prorgam:
    Program Penjumlahan_Matrik;
    Uses Crt;
    Var
    Matrik1,Matrik2, Hasil : Array[1..3,1..2] of Integer;
    i,j : Integer;
    Begin
    ClrScr;
    { input matrik ke satu }
    Writeln(' Elemen matrik satu');
    For i := 1 to 3 Do
    Begin
    For j := 1 to 2 Do
    Begin
    Write('Elemen baris -',i,' Kolom -',j,'= ');
    Readln(matrik1[i,j]);
    End;
    End;
    {input matrik ke dua}
    Writeln('input elemen matrik dua');
    For i:= 1 to 3 Do
    Begin
    For j:= 1 to 2 Do
    Begin
    Write('Elemen baris -',i,' kolom -',j,'= ');
    Readln(matrik2[i,j]);
    End;
    End;
    {proses penjumlahan tiap elemen}
    For i := 1 to 3 Do
    Begin
    For j:= 1 to 2 Do
    Begin
    Hasil[i,j]:=Matrik1[i,j]+Matrik2[i,j];
    End;
    End;
    {proses cetak hasil}
    For i:= 1 to 3 Do
    Begin
    For j:= 1 to 2 Do
    Begin
    Write(Hasil[i,j]:6);
    End;
    Writeln;
    End;
    Readln;
    End.


    V. Array Sebagai Parameter
    Array dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference) ke procedure atau ke function. Procedure yang menggunakan parameter berupa array harus dideklarasikan di dalam judul procedure yang menyebutkan parameternya bertipe array.

    Contoh Program :
    Program Contoh_Pengiriman_Parameter_Array_Di_Procedure;
    Uses Crt;
    Const
    Garis ='---------------------------------------------------';
    Type
    Untai = Array[1..10] of String[15];
    Bulat = Array[1..10] of Integer;
    Huruf = Array[1..10] of Char;
    Var
    i,Banyak : Integer;
    Procedure Proses(Nama:Untai;Nilai:Bulat);
    Var
    Ket : String;
    Abjad : Char;
    Begin
    Writeln(Garis);
    Writeln('Nama Nilai Abjad Keterangan');
    Writeln(Garis);
    For i := 1 to Banyak Do
    Begin
    If Nilai[i] > 90 Then
    Begin
    Abjad:='A';
    Ket :='Istimewa';
    End;
    If (Nilai[i]<90) And (Nilai[i]>70) Then
    Begin
    Abjad:='B';
    Ket :='Memuaskan';
    End;
    If (Nilai[i]<70) And (Nilai[i]>60) Then
    Begin
    Abjad:='C';
    Ket :='Cukup';
    End;
    If (Nilai[i]<60) And (Nilai[i]>45) Then
    Begin
    Abjad:='D';
    Ket :='Kurang';
    End;
    If Nilai[i]< 45 Then
    Begin
    Abjad:='E';
    Ket :='Sangat kurang';
    End;
    Writeln(Nama[i]:15,' ',Nilai[i]:4,' ',Abjad,' ',Ket:15);
    End;
    Writeln(Garis);
    End;
    Procedure Masuk_Data;
    Var
    Nama : Untai;
    Nilai : Bulat;
    Begin
    Write('Banyak data =');Readln(Banyak);
    For i:= 1 to Banyak Do
    Begin
    ClrScr;
    Writeln('Data ke - ',i);
    Write('Nama =');readln(Nama[i]);
    Write('Nilai =');readln(Nilai[i]);
    End;
    Proses(Nama,Nilai);
    End;
    {modul Utama}
    Begin
    Masuk_Data;
    Readln;
    End.

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

     
    Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | New Blogger Themes